Alat untuk mempermudah pekerjaan petani

    Home/Teknology / Alat untuk mempermudah pekerjaan petani
Alat untuk mempermudah pekerjaan  petani

Alat untuk mempermudah pekerjaan petani

Posted in Teknology admin 0

 

BeeHive Drone yang berlaga di Microsoft Imagine Cup 2018 ini dirancang untuk mengerjakan tugas petani sehari-hari lewat aplikasi ponsel. Tugas yang bisa dilakukan BeeHive Drone, antara lain pengecekan dan analisis tanaman hingga penyiraman air, pupuk, atau pestisida. Para mahasiswa ini merancang agar drone “diparkir” di stasiun drone yang berada di tengah-tengah kawasan pertanian. Para petani atau pemilik sawah bisa mendaftarkan sawah mereka di aplikasi mobile, memilih layanan perawatan, dan membayar layanan itu lewat aplikasi yang sama. Setelah terkonfirmasi, drone ini akan terbang tanpa perlu awak untuk mengontrolnya ke sawah yang memesan layanan. Dalam hitung-hitungan para mahasiswa ini, petani menghabiskan sekitar Rp 1.000.000 per hektar untuk pestisida. Dengan solusi Beehive Drone, para petani diperkirakan bisa mengurangi biaya sebesar Rp 300.000, atau lebih hemat 30 persen. Selain itu, drone ini bisa memangkas waktu yang biasanya butuh 1 jam untuk menyemprot 1 hektar lahan, hanya butuh waktu 30 menit.

 

Dengan menggunakan citra hasil dari kamera yang dipasang pada drone, para petani dapat lebih mudah memantau pertumbuhan tanaman mereka, pada area mana tumbuhan yang memiliki pertumbuhan normal dan area mana yang memiliki pertumbuhan tidak normal, sehingga proses perawatan pada tumbuhan yang tidak normal dapat dilakukan sesegera mungkin. Pemantauan pertumbuhan tanaman dapat digunakan menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dimana citra data diambil menggunakan kamera near-infrared (NIR) atau RBG. Tumbuhan hijau hidup menyerap radiasi matahari proses fotosintesis. Klorofil pada tumbuhan akan memancarkan lebih banyak radiasi matahari ke kamera near-infrared, sehingga tanaman yang memiliki pertumbuhan normal akan tampak lebih hijau jika dibandingkan dengan tanaman yang memiliki pertumbuhan tidak normal. Proses ini sudah dilakukan di Afrika Selatan sejak tahun 2014. Selain itu, dengan menggunakan kamera near-infrared (NIR) atau RBG, petani dapat menentukan nilai nutrisi yang terkandung pada lahan yang akan ditanami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *